bullish vs bearish stock trade strategy concept background vector
Kamus Saham Lengkap Dari ARA hingga Window Dressing
Membaca forum investor online terasa seperti mendengarkan bahasa asing. Seseorang berkata “Hari ini BBRI terkena ARA,” yang lain menjawab “Bullish signal karena volume spike dengan breakout from support.” Seorang pemula mungkin hanya bisa manggut-manggut sambil bertanya-tanya dalam hati: apa itu ARA? Apakah bullish itu baik atau buruk? Apakah volume spike penting?
Penelitian menunjukkan bahwa 68% trader pemula tidak familiar dengan istilah-istilah kamus saham yang paling fundamental, menyebabkan mereka salah interpretasi informasi pasar dan membuat keputusan investasi yang suboptimal. Artikel ini akan menyajikan kamus saham komprehensif dengan 20+ keyword penting yang harus Anda kuasai sebelum memulai perjalanan trading Anda. Dari ARA hingga Window Dressing, semua dijelaskan dalam bahasa sederhana yang mudah dipahami.
A – Akumulasi hingga Ask/Offer
ARA (Auto Reject Atas)
Definisi: Batas kenaikan harga maksimal saham dalam satu hari perdagangan yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Contoh praktis: Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) ditutup kemarin di Rp3.500. Karena harga di range Rp200-Rp5.000, maka batas kenaikan maksimal BBRI adalah 25%. Jadi harga maksimal BBRI bisa naik ke Rp4.375. Jika mencapai level ini, transaksi akan berhenti dan sistem otomatis menolak order lebih lanjut.
Implikasi: Ketika Anda lihat berita “BBRI terkena ARA,” itu berarti saham sudah naik maksimal hari itu. Jangan kecewa tidak bisa beli ini adalah proteksi untuk mencegah kenaikan harga yang tidak wajar.
ARB (Auto Reject Bawah)
Definisi: Batas penurunan harga maksimal saham dalam satu hari perdagangan yang ditetapkan oleh BEI.
Contoh praktis: BBRI ditutup kemarin Rp3.500. Batas penurunan maksimal untuk semua saham adalah 7%. Jadi BBRI bisa turun maksimal ke Rp3.255. Di bawah level ini, sistem menolak transaksi penjualan lebih lanjut.
Implikasi: ARB melindungi Anda dari kerugian ekstrem dalam satu hari. Ini seperti circuit breaker untuk mencegah panic selling berlebihan.
Ask/Offer
Definisi: Harga yang ditawarkan penjual saham. Ini adalah harga minimum yang penjual terima untuk saham.
Bedanya dengan Bid: Bid adalah harga yang ditawarkan pembeli. Transaksi terjadi ketika bid dan ask bertemu di satu harga.
Contoh: ASII bid Rp5.950 (pembeli), ask Rp5.975 (penjual). Jika Anda ingin beli sekarang, Anda bayar Rp5.975 (menerima ask).
Yuk simak penjelasan istilah-istilah penting lainnya!
B – Bearish hingga Blue Chip
Bearish
Definisi: Kondisi pasar atau saham sedang dalam tren turun atau melemah. Investor expecting harga akan terus turun.
Tanda-tanda bearish: Harga di bawah Moving Average 50, RSI di bawah 30, candle merah beruntun, volume meningkat saat harga turun.
Bid
Definisi: Harga tertinggi yang ditawarkan pembeli untuk membeli saham. Ini adalah harga yang akan Anda terima jika Anda menjual sekarang.
Contoh: Anda lihat UNVR bid Rp2.470 (pembeli offering). Jika Anda jual sekarang, Anda dapat Rp2.470 per lembar.
Blue Chip
Definisi: Saham dari perusahaan besar, established, dan memiliki reputasi solid dengan performa finansial konsisten.
Karakteristik: Market cap >Rp100 triliun, dividen rutin, likuiditas tinggi, risiko relatif lebih rendah.
Contoh Indonesia: BBRI, BBCA (Bank Central Asia ), ASII (Astra International ), UNVR (Unilever Indonesia ).
Bullish
Definisi: Kondisi pasar atau saham sedang dalam tren naik atau menguat. Investor expecting harga akan terus naik.
Tanda-tanda bullish: Harga di atas Moving Average 50, RSI di atas 50, candle hijau beruntun, volume meningkat saat harga naik.
C – Capital Gain hingga Consolidation
Capital Gain
Definisi: Keuntungan yang didapat dari selisih harga jual dan harga beli saham. Jika Anda beli BBRI Rp3.200 dan jual Rp3.500, capital gain Anda adalah Rp300 per lembar.
Consolidation
Definisi: Periode dimana harga saham bergerak sideways (mendatar) dalam rentang tertentu, tanpa tren naik atau turun yang jelas. Biasanya terjadi sebelum breakout atau breakdown.
Implikasi: Consolidation adalah waiting game saham sedang gathering energy untuk pergerakan besar berikutnya. Trader cerdas menunggu saat consolidation berakhir untuk enter posisi.
D – Divergence hingga Diversifikasi
Divergence
Definisi: Kondisi dimana harga saham bergerak berlawanan arah dengan indikator teknikal (seperti RSI atau MACD). Ini sering menjadi warning signal untuk reversal harga.
Contoh: Harga TLKM (Telekomunikasi Indonesia ) terus naik, tapi RSI menurun (tidak confirm kenaikan). Ini bullish divergence potential reversal bearish.
Diversifikasi
Definisi: Strategi membagi portofolio Anda ke berbagai saham dari sektor berbeda untuk mengurangi risiko konsentrasi.
Contoh: Alih-alih semua uang di satu saham, bagi 40% bank, 30% FMCG, 20% industri, 10% telekomunikasi.
Dividen
Definisi: Pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham biasanya berupa tunai atau saham baru.
Dividend yield: Dividen per saham dibagi harga saham saat ini. Contoh: dividen Rp100 per lembar, harga Rp3.500, yield = 2,86%.
E – Entry Market hingga EPS
Entry Market
Definisi: Harga atau waktu optimal untuk membeli saham berdasarkan analisis teknikal atau fundamental.
Contoh entry signals: Breakout dengan volume, pullback ke support dengan bullish candle, harga mencapai level support dengan RSI oversold.
EPS (Earnings Per Share)
Definisi: Laba bersih perusahaan dibagi jumlah saham beredar. Menunjukkan berapa banyak earnings setiap lembar saham.
Contoh: BBRI laba bersih Rp55 triliun, 45 miliar lembar saham beredar. EPS = Rp55 triliun ÷ 45 miliar = Rp1.222 per saham.
Implikasi: EPS naik konsisten = pertumbuhan bisnis positif.
F – Float hingga Fundamental
Float
Definisi: Jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik (tidak termasuk saham dipegang founder atau pemerintah jangka panjang).
Fundamental
Definisi: Data keuangan dan operasional perusahaan yang mencerminkan kesehatan bisnis ROE, PER, DER, pertumbuhan laba, dll.
Bedanya dari teknikal: Fundamental tentang “value” saham. Teknikal tentang “price movement” saham.
G – Gapping hingga Growth Stock
Gapping
Definisi: Kondisi dimana harga pembukaan pasar hari ini jauh berbeda dari harga penutupan hari kemarin karena berita overnight atau market global.
Contoh: ASII ditutup kemarin Rp5.950. Pagi ini pasar buka Rp6.100 (gap up 2,5%) karena berita positif overnight.
Growth Stock
Definisi: Saham dari perusahaan yang pertumbuhannya jauh di atas rata-rata industri. Biasanya pertumbuhan laba >15% per tahun.
Karakteristik: Harga bisa naik signifikan, tapi juga more volatile. Cocok untuk investor growth-focused.
H – Harga Bid dan Ask hingga Holding Period
Harga Bid dan Ask
(Sudah dijelaskan di atas dalam Bid dan Ask/Offer sections)
Holding Period
Definisi: Lamanya Anda memegang saham sebelum dijual.
-
Day trading: 1 hari
-
Swing trading: 1-4 minggu
-
Position trading: 1-6 bulan
-
Investing: 1+ tahun
I – IHSG hingga IPO
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)
Definisi: Indeks utama yang mengukur performa keseluruhan pasar saham Indonesia. Merangkum pergerakan dari semua saham listed.
Implikasi: Ketika IHSG naik, biasanya mayoritas saham naik juga. Jika IHSG turun, mayoritas saham turun.
IPO (Initial Public Offering)
Definisi: Ketika perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik melalui bursa efek.
Contoh: Ketika Pertamina IPO di tahun 2023, itu adalah pertama kali publik bisa membeli saham Pertamina.
J – Jenis Order hingga Jurnal Trading
Jenis Order
Market Order: Beli/jual sekarang dengan harga terbaik yang tersedia.
Limit Order: Beli/jual pada harga spesifik yang Anda tentukan.
Stop Loss Order: Jual otomatis jika harga turun ke level tertentu.
Jurnal Trading
Definisi: Catatan detail setiap transaksi Anda entry, exit, profit/loss, alasan, emosi saat trading.
Implikasi: Jurnal adalah feedback mechanism untuk improve strategi dan identify pattern kesalahan Anda.
K – Kapitalisasi Pasar hingga Kurs Rupiah
Kapitalisasi Pasar (Market Cap)
Definisi: Nilai total perusahaan di pasar saham = harga saham × jumlah saham beredar.
Contoh: BBRI harga Rp3.500, 45 miliar saham beredar. Market cap = Rp3.500 × 45 miliar = Rp157,5 triliun.
Kategori:
-
Large cap: >Rp100 triliun (stabil, low risk)
-
Mid cap: Rp10-100 triliun (growth potential)
-
Small cap: <Rp10 triliun (high risk, high reward)
L – Likuiditas hingga Lot Saham
Likuiditas
Definisi: Kemudahan membeli atau menjual saham tanpa terlalu banyak biaya atau delay.
Saham liquid: Banyak pembeli/penjual, spread bid-ask kecil, volume tinggi. Contoh: BBRI, ASII.
Saham illiquid: Sedikit pembeli/penjual, spread lebar, volume rendah. Contoh: penny stocks.
Implikasi: Selalu prioritaskan saham liquid untuk menghindari kesulitan exit posisi.
Lot Saham
Definisi: Satuan minimal pembelian saham di BEI. 1 lot = 100 lembar saham.
Contoh: Anda ingin beli BBRI minimal 1 lot (100 lembar) di harga Rp3.500 = Rp350.000 minimal.
M – Market Order hingga Moving Average
Market Order
Definisi: Perintah beli/jual saham sekarang dengan harga terbaik yang tersedia di pasar. Eksekusi instant.
Momentum
Definisi: Kecepatan dan kekuatan pergerakan harga. Momentum trader mengikuti saham yang sedang trending kuat.
Indikator momentum: Volume spike, RSI naik, MACD positive, price acceleration.
Moving Average (MA)
Definisi: Rata-rata harga saham dalam periode tertentu (20 hari, 50 hari, 200 hari). Digunakan untuk identify tren.
Penggunaan: MA 50 > MA 200 = uptrend. MA 50 < MA 200 = downtrend.
N – Neutral hingga Non-Performing Loan (NPL)
Neutral
Definisi: Rating analyst yang tidak bullish juga tidak bearish saham valuasi wajar, tidak ada particular conviction.
NPL (Non-Performing Loan)
Definisi: Kredit bermasalah di bank pinjaman yang tidak dibayar debitur sesuai jadwal.
Implikasi: NPL tinggi = risiko bank meningkat. NPL rendah (<1%) = kualitas aset bank bagus.
Simak fitur-fitur istilah penting lainnya mulai dari O hingga Z!
O – Overvalued hingga Overweight
Overvalued
Definisi: Saham dihargai lebih mahal dari nilai intrinsiknya. PER tinggi, price above fundamental justify.
Signal: Analyst memberi rating “Sell” atau “Reduce,” harga above 20-25% dari intrinsic value.
Overweight
Definisi: Analyst rating yang artinya saham akan outperform (perform lebih baik) dibanding benchmark sektornya.
P – PER hingga Price Target
PER (Price to Earnings Ratio)
Definisi: Harga saham dibagi Earnings Per Share. Menunjukkan berapa tahun untuk “break even” dari laba.
Interpretasi: PER 15x = 15 tahun untuk mendapat balik modal dari laba (simplification). PER tinggi = saham mahal.
Price Target
Definisi: Estimasi harga saham analyst dalam 6-12 bulan ke depan.
Contoh: BBRI harga saat ini Rp3.200, analyst price target Rp3.600 (upside 12,5%).
Q – Quota hingga Quotation
Quota
Definisi: Dalam konteks IPO, quota adalah jumlah saham yang dialokasikan untuk investor ritel vs institusional.
Quotation
Definisi: Harga yang dikutip untuk saham tertentu di bursa (bid dan ask prices).
R – Range Trading hingga ROE
Range Trading
Definisi: Strategi trading saat saham bergerak dalam range tertentu beli di support, jual di resistance.
RSI (Relative Strength Index)
Definisi: Indikator momentum yang mengukur kecepatan dan magnitude price change. Range 0-100.
Interpretasi: RSI >70 = overbought (potential sell). RSI <30 = oversold (potential buy).
ROE (Return on Equity)
Definisi: Persentase laba bersih dibagi total ekuitas. Mengukur seberapa efisien perusahaan generate return.
Interpretasi: ROE >15% = bagus. ROE <10% = lemah.
S – Stop Loss hingga Swing Trading
Stop Loss (SL)
Definisi: Level harga tertentu dimana Anda otomatis jual saham untuk limit kerugian.
Contoh: Beli BBRI Rp3.200, set stop loss Rp3.100 (risiko 100 poin = Rp100.000 untuk 1.000 lot).
Implikasi: WAJIB gunakan stop loss. Ini adalah “insurance” Anda against catastrophic loss.
Spread
Definisi: Selisih antara bid price (harga beli) dan ask price (harga jual).
Implikasi: Spread sempit = saham liquid. Spread lebar = saham illiquid.
Swing Trading
Definisi: Strategi trading holding 2-4 minggu untuk memanfaatkan swing price dalam tren.
Timeframe chart: Daily atau 4-hour chart.
T – Technical Analysis hingga Trading Buy
Technical Analysis
Definisi: Analisis saham berdasarkan chart price dan volume, bukan fundamental.
Tools: Moving Average, RSI, MACD, Bollinger Bands, Support/Resistance levels.
Trading
Definisi: Aktivitas membeli dan menjual saham dalam timeframe pendek (hari hingga minggu) untuk memanfaatkan price volatility.
Bedanya dari investing: Investing timeframe panjang (tahun), trading timeframe pendek.
Trading Buy
Definisi: Rekomendasi membeli saham untuk trading jangka pendek (few weeks) based on technical momentum.
U – Undervalued hingga Underweight
Undervalued
Definisi: Saham dihargai lebih murah dari nilai intrinsiknya. PER rendah, price below fundamental justify.
Signal: Analyst memberi rating “Buy,” harga 20-30% below intrinsic value.
Underweight
Definisi: Analyst rating yang artinya saham akan underperform (perform lebih buruk) dibanding benchmark sektornya.
V – Volatility hingga Volume
Volatility
Definisi: Seberapa jauh harga saham berfluktuasi dari rata-ratanya. Volatilitas tinggi = price swing besar. Volatilitas rendah = price stabil.
Saham volatile: Biasanya small cap, growth stock.
Saham stable: Biasanya blue chip, utility stocks.
Volume
Definisi: Jumlah saham yang diperdagangkan dalam periode tertentu.
Implikasi: Volume tinggi = banyak buyer/seller, liquiditas tinggi, sinyal lebih valid. Volume rendah = sebaliknya.
W – Whipsaw hingga Window Dressing
Whipsaw
Definisi: Kondisi dimana Anda stop loss at loss, kemudian harga bounce kembali naik. Frustrasi klasik trader.
Window Dressing
Definisi: Praktik fund manager menjual saham losers dan membeli winners menjelang akhir quarter untuk “dress up” portfolio report mereka.
Implikasi: End of quarter sering ada price volatility karena window dressing activity.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q: Harus hafal semua istilah ini?
J: Tidak perlu. Fokus dulu pada 15 istilah core: Buy/Hold/Sell, Bullish/Bearish, Support/Resistance, Moving Average, RSI, Volume, Stop Loss, Capital Gain, Dividen, Blue Chip. Selebihnya akan natural learn dengan experience.
Q: Mana istilah yang paling penting untuk pemula?
J: Stop Loss, Capital Gain, Capital Loss, Dividen, Moving Average, Support/Resistance. Ini adalah istilah yang akan Anda gunakan setiap hari.
Q: Apakah beda ARA dan ARB penting untuk investor jangka panjang?
J: Tidak urgent, tapi bagus tahu. ARA/ARB adalah proteksi bursa penting untuk understand behavior pasar saat volatilitas ekstrem.
Q: Dimana saya bisa lihat price target analis?
J: Lihat research reports dari sekuritas, atau platform seperti Stockbit, Bloomberg Terminal, atau Reuters.
Q: Istilah teknikal vs fundamental mana yang lebih penting?
J: Keduanya penting dan saling melengkapi. Fundamental untuk identify saham berkualitas, teknikal untuk timing entry/exit.
Kesimpulan: Mulai Dari Sini
Memahami kamus saham adalah foundation untuk trading yang cerdas. Tidak perlu hafal semuanya sekaligus—mulai dengan istilah core, gunakan dalam practice, dan gradually build vocabulary Anda. Setiap istilah baru yang dipelajari adalah confidence tambahan dalam membuat keputusan trading.
Sekarang, pertanyaan untuk Anda: Istilah mana yang paling sering membuat Anda bingung atau salah interpretasi? Bagikan di komentar penjelasan dari komunitas sering lebih praktis dan relatable daripada definisi textbook. Mari kita bangun repository collective knowledge untuk pemula!